Shortcut Office word

CTRL+N = Membuat dokumen baru
CTRL+O = Membuka dokumen.
CTRL+S = Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit
CTRL+W = Menutup dokumen. Jika dokumen belum disimpan, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah dokumen ingin disimpan atau tidak.
CTRL+ALT+S = Membagi (split) jendela dokumen menjadi dua bagian. Setelah mengetik CTRL+ALT+ S, klik pada posisi yang diinginkan.
SHIFT+ALT+C = Menutup kembali jendela dokumen yang telah dibagi dua bagian / displit (CTRL+ALT+ S)
CTRL+ALT+P = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Print Layout. Lihat menu View
CTRL+ALT+O = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan outline. Lihat menu View
CTRL+ALT+N = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Normal. Lihat menu View
ALT+R = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Reading. Lihat menu View
CTRL+DELETE = Menghapus satu kata ke kanan
CTRL+X = Cut : Mengambil teks/gambar
CTRL+C = Copy: menduplikat teks/gambar
F2 = Memindahkan teks atau gambar. Caranya: pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, lalu tekan F2, lalu klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, lalu tekan ENTER.
CTRL+V = Paste: menyisipkan teks/gambar yang telah di-cut atau di-copy.
SHIFT+ENTER = Membuat baris baru
CTRL+ENTER =Membuat halaman baru
CTRL+SHIFT+C = Meng-copy / menduplikat format dari teks (Ingat!, bukan tulisannya melainkan formatnya. Misalnya : ukuran dan jenis huruf, jarak spasi antar baris, dsb)
CTRL+SHIFT+V = Menyisipkan format teks setelah di CTRL+SHIFT+C
CTRL+SHIFT+F = Merubah jenis huruf
CTRL+SHIFT+P = Merubah ukuran huruf
CTRL+SHIFT+> = Memperbesar ukuran huruf
CTRL+SHIFT+< = Memperkecil ukuran huruf
CTRL+] = Memperbesar ukuran huruf 1 poin
CTRL+[ = Memperkecil ukuran huruf 1 poin
CTRL+D = Mengubah format huruf. Ini akan memunculkan kotak dialog yang berkaitan dengan pemformatan huruf secara lengkap.
SHIFT+F3 = Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula CTRL+SHIFT+A = Mem-format teks menjadi huruf kapital semuanya
CTRL+B = Menebalkan teks. Contoh: Ini tebal
CTRL+U = Menambahkan garis bawah. Contoh: ini garis bawah
CTRL+SHIFT+W = Menambahkan garis bawah hanya pada teksnya saja, bukan pada spasi antar kata. Contoh: ini garis bawah
CTRL+SHIFT+D = Menambahkan garis bawah dobel. Contoh: ini garis bawah C
TRL+SHIFT+H = Memformat teks menjadi tidak terlihat (hilang). Untuk melihat teks yang diformat hilang, kllik menu Tools, Options, lalu pada tab View, perhatikan bagian Formatting marks, berikan tanda cek pada opsi All, lalu klik tombol OK.
CTRL+I = Memiringkan teks. Contoh: ini miring
CTRL+SHIFT+K = Memformat teks menjadi huruf kecil semuanya
CTRL + ”=” (tanda sama dengan) = Menempatkan teks pada posisi pangkat bawah. Contoh: H2O
CTRL + SHIFT + “+” (tanda tambah) = Menempatkan teks pada posisi pangkat atas. Contoh: 52 = 25
CTRL+SPACEBAR (tombol spasi) = Menghilangkan format yang telah dilakukan CTRL+SHIFT+Q = Mengubah teks menjadi berjenis huruf simbol
CTRL + SHIFT + * = Menampilkan huruf-huruf yang tidak terlihat atau yang tidak dapat dicetak
CTRL+1 = Menerapkan jarak antar baris 1 spasi
CTRL+2 = Menerapkan jarak antar baris 2 spasi
CTRL+5 = Menerapkan jarak antar baris 1.5 spasi
CTRL+0 = Menambahkan/menghilangkan jarak 1 spasi pada awal paragraf
CTRL+E = Membuat teks menjadi rata tengah
CTRL+J = Membuat teks menjadi rata kiri dan kanan
CTRL+L = Membuat teks menjadi rata kiri
CTRL+R = Membuat teks menjadi rata kanan
CTRL+M = Menambah margin pada sebelah kiri
CTRL+SHIFT+M = Menghilangkan tambahan margin kiri setelah di
CTRL+M CTRL+T = Menambahkan indent menggantung
CTRL+SHIFT+T = Mengurangi jarak indent menggantung
CTRL+Q = Menghilangkan semua format yang telah dilakukan sehingga menjadi biasa / tanpa pemformatan
CTRL+SHIFT+S = Mengubah style teks
ALT+CTRL+K = Memulai AutoFormat
CTRL+SHIFT+N = Menerapkan style Normal
ALT+CTRL+1 = Menerapkan style Heading 1
ALT+CTRL+2 = Menerapkan style Heading 2
ALT+CTRL+3 = Menerapkan style Heading 3
CTRL+SHIFT+L = Menerapkan style List / daftar
CTRL+F2 = Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar
CTRL+F3= Mengambil teks untuk Autotext
CTRL+F4 = Menutup jendela dokumen (sekaligus menutup dokumen)
CTRL+F5 = Mengembalikan (restore) ukuran jendela dokumen setelah di maximize
CTRL+F6 = Pindah ke dokumen lain (jika membuka lebih dari satu file dokumen Word) CTRL+F7 = Menjalankan perintah Move (shortcut untuk title bar)
CTRL+F8 = Menjalankan perintah Size (shortcut untuk title bar)
CTRL+F9 = Membuat sebuah field untuk karakter spesial (simbol)
CTRL+F10 = Membuat jendela Microsoft Word menjadi berukuran Maximize
CTRL+F11 = Mengunci field pada mail merge
CTRL+F12 = Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan mengklik menu File, Open. ALT+F1 = Meletakkan kursor pada field berikutnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
ALT+F3 = Membuat sebuah entry AutoText
ALT+F4 = Keluar dari program aplikasi Microsoft Word
ALT+F5 = Mengembalikan ukuran jendela Microsoft Word jika sedang maximize.
ALT+F7 = Mencari kesalahan dalam penulisan. Ini bisa berfungsi jika kotak cek “Check spelling as you type” diaktifkan. (lihat di menu Tools, Options, klik tab Spelling & Grammar)
ALT+F8 = Menjalankan sebuah macro.
ALT+F9 = Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
ALT+F10 = Memaksimalkan (maximize) tampilan jendela program Microsoft Word
ALT+F11 = Menampilkan jendela penulisan kode Microsoft Visual Basic
CTRL+SHIFT+F3 = Menuliskan isi dari Spike (entry AutoText spesial)
CTRL+SHIFT+F5 = Mengedit bookmark. (membuka kotak dialog bookmark)
CTRL+SHIFT+F6 = Pindah ke jendela dokumen yang lain (jika pada saat bersamaan, membuka lebih dari satu file Word)
CTRL+SHIFT+F7 = Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
CTRL+SHIFT+F8 (kemudian tekan tombol panah) = Menyorot teks secara vertikal CTRL+SHIFT+F9 = Menghilangkan hubungan sebuah link
CTRL+SHIFT+F11 = Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
CTRL+SHIFT+F12 = Membuka kotak dialog Print. Sama dengan
CTRL+P CTRL+ALT+F1 = Menampilkan informasi mengenai komputer yang sedang digunakan. CTRL+ALT+F2 = Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Open. ALT+SHIFT+F1 = Meletakkan kursor pada field sebelumnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
ALT+SHIFT+F2 = Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Save.
ALT+SHIFT+F9 = Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
ALT+SHIFT+F10 = Menampilkan menu atau pesan untuk smart tag.
ALT+SHIFT+F11 = Menjalankan Microsoft Script Editor Pada dasarnya ini adalah shortcut yang di dapat pada word 03, jadi klo ada yang nda berfungsi di word yang lain tolong di koreksi. SEMOGA BERGUNA Sumber : ilmukomputer.com


Bermain Poker

Permainan Poker pada intinya seperti ini :

Pemain-pemain mengkombinasikan kartu2 yang terlihat di meja, dengan kartu milik mereka sendiri. Siapa yang kombinasi kartunya paling tinggi nilainya, itulah pemenang taruhan. Kombinasi tersebut dibentuk oleh 5 kartu, yang berasal dari dari kartu milik pemain sendiri dan kartu yang terlihat di meja.

Urut-urutan kombinasi kartu adalah sebagai berikut:

1. Kartu yang nilainya lebih tinggi akan mengalahkan kartu yang nilainya lebih rendah.

Nilai kartu 2 akan kalah dengan 3,
3 kalah dengan 4,
4 kalah dengan 5,
dst...
10 kalah dengan J (jack)
J kalah dengan Q (Queen)
Q kalah dengan K (King)
K kalah dengan A (Ace)(dalam poker, A bisa menjadi angka 1 kalau mau, yang berarti nilai terendah). Jenis kartu tidak pengaruh sama sekali. Misalnya kartu J Hati dengan kartu J Sekop (Spade) nilainya sama.Bila ada 2/lebih pemain mempunyai nilai yang sama, maka dilihat kartu
keduanya, mana yang lebih tinggi nilainya.Misalnya dua pemain mempunyai
kartu tertinggi A Hati dan A Sekop, maka nilainya sama. Jadi dilihat kartunya
yang kedua. Mana yang nilainya lebih tinggi? Kalau masih sama juga, berarti
seri, dan uang taruhan dibagi 2.

2. Nilai kartu tertinggi berapapun juga, akan kalah dengan kombinasi kartu
yang bernama "One Pair".

3. "One Pair" kalah dengan "Two Pair",

4. "Two Pair" kalah dengan "Three of a Kind",

5. "Three of a Kind" kalah dengan "Straight",

6. "Straight" kalah dengan "Flush",

7. "Flush" kalah dengan "Full House",

8. "Full House" kalah dengan "Four of a Kind",

9. "Four of a Kind" kalah dengan "Straight Flush",

10."Straight Flush" kalah dengan "Royal Flush",

"One Pair"= satu pasangan kartu. Misalnya: 2-2-7-9-J
"Two Pair"= ada 2 pasangan kartu. Misalnya: 2-2-7-7-J
"Three of a Kind"= ada 3 kartu nilainya sama. Misalnya: 2-2-2-7-J
"Straight"= kartunya berurutan nilainya. Misalnya: A-2-3-4-5 atau
10-J-Q-K-A (kalau Q-K-A-2-3 gak boleh, karena dianggap tidak berurutan,
karena di sini A menjadi angka 1 yang merupakan angka terendah, sekaligus
menjadi Ace yang merupakan angka tertinggi).
"Flush"= Semua kartu sama jenisnya, dan nilainya tak berurutan. Misalnya
semua 5 kartu tersebut adalah kartu Hati.
"Full House"= Satu pasangan kartu dan tiga kartu sama. Gabungan "One
Pair" dan "Three of a Kind". Misalnya: 2-2-2-7-7 atau 3-3-J-J-J.
"Four of a Kind"= 4 kartu nilainya sama. Misalnya: 2-2-2-2-J
"Straight Flush"= Semua kartu sama jenisnya, dan nilainya berurutan.
Misalnya Semua 5 kartu tersebut adalah kartu Hati, dan nilainya
3-4-5-6-7.
"Royal Flush"= sama dengan "Straight Flush", tapi nilainya tertinggi.
Dengan kata lain merupakan kombinasi Flush yang paling baik. Misalnya:
semua 5 kartu tersebut adalah kartu Hati, dan nilainya 10-J-Q-K-A.

Kalau ada dua pemain mendapat "One Pair", maka dilihat mana pasangan
kartu yang paling tinggi nilainya. Misalnya 2-2-7-9-J, kalah dengan
3-3-5-7-J. Karena nilai 3 lebih tinggi daripada 2.

Kalau ada dua pemain mendapat "One Pair" yang nilainya sama, maka dilihat
kartu yang lain, mana yang lebih tinggi. Misalnya: 2-2-7-9-J, kalah dengan
2-2-8-9-J. Karena nilai 8 lebih tinggi daripada 9. 2-2-7-9-J kalah dengan
2-2-7-9-Q. Karena nilai Q lebih tinggi daripada J.
Begitu seterusnya, begitu pula pada kombinasi kartu yang lain. Misalnya:
"Straight" A-2-3-4-5 kalah dengan 3-4-5-6-7.
Bila ada dua pemain mempunyai nilai dan kombinasi kartu yang sama, maka
taruhan dibagi dua. Misalnya salah satu pemain mendapat 2-3-4-5-6, dan
pemain lainnya juga mendapat 2-3-4-5-6, maka hasilnya seri dan taruhan
dibagi dua.

Jadi sekali lagi, urut-urutan nilai kombinasi kartu dari yang terendah
adalah sebagai berikut:
- Kartu nilai tertinggi
- One Pair
- Two Pair
- Three of A Kind
- Straight
- Flush
- Full House
- Four of a Kind
- Straight Flush
- Royal Flush

Kalau sudah tahu urut-urutan kombinasi kartu poker, lalu cara mainnya
bagaimana?Ada bermacam-macam sistem cara main poker, diantaranya
ada yang namanya: "Texas Hold'em Rules", yaitu seperti ini:

- Misalkan ada 4 pemain. Pemain satu, pemain dua, pemain tiga, dan pemain
empat.

- Masing-masing pemain akan bergantian menjadi "dealer" (pembagi kartu),
bergantian searah dengan jarum jam. Misalnya pemain satu menjadi
"dealer", maka dia yang akan membagikan kartu-kartunya nanti.

- Sebelum kartu-kartu dibagikan, 2 pemain di sebelah kiri dealer menaruh
chip/taruhan, yang dinamakan "Ante". "Ante" yang pertama lebih kecil
daripada "ante" yang berikutnya. Misalnya: pemain satu adalah "dealer",
maka pemain sebelah kirinya, misalkan pemain dua, menaruh Ante nya 5
dolar, dan pemain selanjutnya lagi, yaitu pemain tiga, menaruh Antenya
sejumlah 10 dolar. "Ante" biasa dikenal juga dengan "Blind Bets".

- Kumpulan dari chip-chip/taruhan di tengah meja tersebut untuk
selanjutnya dinamakan "Pot".- Lalu kartu dibagi, masing-masing pemain
mendapat 2 kartu. 2 Kartu ini dinamakan "Private Cards"/"Hole Cards".

- Lalu setelah kartunya dilihat (pemain tak boleh lihat kartu milik
pemain lain, harus lihat miliknya sendiri!), pemain di sebelah kiri
pemain yang ngasih ante kedua, melakukan "bet" pertama kali. Dalam hal
ini karena yang ngasih ante kedua adalah pemain tiga, maka yang melakukan
"bet" pertama kali adalah pemain empat.

- "Bet" adalah taruhan, bisa "call", "raise",atau "fold"

- "Call" atau "Stay In", berarti dia akan ikut main, dengan menaruh
taruhan sejumlah uang yang ditaruhkan oleh pemain lain terakhir kali.
Dalam hal ini yang 10 dolar.

- "Raise" berarti dia akan ikut main, menaruh taruhannya, dengan nilai
taruhan yang lebih tinggi (lebih tinggi dari nilai taruhan sebelumnya,
dalam hal ini lebih tinggi dari 10 dolar, misalnya dia menaruh 20 dolar).

- "Fold" berarti dia tak akan ikut main. Jadi dia tak ikut taruhan, dan
menutup kartunya.

- Lalu disusul pemain sebelah kirinya lagi, mau "call", "raise", atau
"fold", begitu seterusnya.

- Setelah itu, 3 kartu dibagi terbuka dan diletakkan di pusat meja,
memulai ronde pasang taruhan yang kedua.

- Seperti sebelumnya, secara bergantian pemain-pemain melakukan lagi
"call", "raise", atau "fold", dimulai dari pemain di sebelah kiri yang
ngasih ante ke dua tadi. Kartu di pusat meja ini dinamakan "Community
Cards". Dan ronde ini dinamakan "Flop".

- Setelah itu, dibuka satu kartu lagi kartu "Community Cards" yang
keempat. Ini dinamakan "Turn Card"/"4th Street"

- disusul dengan "bet" atau taruhan lagi seperti sebelumnya.

- Lalu kartu terakhir "Community Cards" dibuka lagi, ini dinamakan "River
Card"/"5th Street".

- disusul dengan "bet" atau taruhan lagi seperti sebelumnya. Ini adalah
ronde taruhan yang terakhir.

- Lalu pemain-pemain membuka kartu miliknya, dan mengkombinasikan
kartu-kartunya dengan kartu yang terlihat di meja, membentuk 5 kartu yang
paling baik kombinasinya.

- Gampang kan?! Silakan bermain poker! Jangan taruhan pake uang beneran
loh. Nanti digerebek polisi karena judi.


Perjamuan Jiwa

Bangunlah, cintaku.
Bangun!
Kerana jiwamu mengalu-alumu dari dasar laut,
Dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas
Gelombang yang mengamuk. Bangunlah,
Kerana sunyi telah menghentikan derap kaki
Kuda dan langkah para pejalan kaki
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki,
Sementara aku terbangun sendiri, rasa rindu
Membukakan kertas surat tidurku.
Cinta membawaku dekat denganmu,
Namun kebimbangan melemparkan diriku menjauh
Darimu
Aku telah membuang bukuku, kerana keluhku
Mengunci kata-kata dan desah nafasku
Meninggalkan tempat tidurku,
Cintaku,
Kerana takut pada hantu lupa yang berada
Di balik selimut.
Aku telah membuang bukuku, kerana keluhku
Mengunci kata-kata dan desah nafasku
Meninggalkan halaman buku yang kosong di
Depan mataku! Bangun,
Bangunlah,
Cintaku dan dengar diriku!
Aku mendengarkamu
Cintaku!
Aku mendengar panggilanmu dari lautan lepas
Dan merasakanlembutnya sentuhan sayapmu.
Aku telah jauh dari ranjangku,
Beranjak ke tanah lapang, hingga embun
Membasahi kaki dan bajuku.
Di sinilah aku berdiri,
Di bawah bunga-bunga pohon badam,
Memenuhi panggilan jiwamu.
Bicaralah padaku,
Cintaku
Dan biarkan nafasmu menghirup angin
Gunung yang datang padaku dari
Lembah-lembah Lebanon.
Bicaralah.
Tak ada yang akan mendengar selain diriku.
Malam telah melarutkan semua manusia
Di tempat tidurnya.
Syurga telah menyulam cahaya rembulan
Dan menghamparkannya ke seluruh
Daratan Lebanon,
Cintaku.
Syurga telah meriasnya dengan
Bayangan malam,
Jubah tebal membentang dihembus asap
Dari cerobong kain,
Di hembus nafas kemari, dan mengelarnya
Di telapak kota,
Cintaku.
Para penduduk telah pulas menganyam mimpi
Di ubun-ubunnya di tengah pohon-pohon
Kenari. Jiwa mereka mempercepat langkah
Mengejar negeri mimpi,
Cintaku.
Lelaki-lelaki lunglai menggendong emas,
Dan tebing curam yang akan di lalui
Meleaaskan lutut mereka
Mata mereka mengantuk kerana dililit
Kesulitan dan ketakutan
Mereka melemparkan tubuh ke tempat tidur
Sebagai tempat berlindung dari hantu-hantu
Yang menakutkan dan mengerikan,
Cintaku.
Hantu-hantu dari masa lalu berkeliaran di
Lembah-lembah
Jiwa para raja melintasi bukit-bukit.
Pikiranku yang berhias kenangan
Menyingkat kekuatan bangsa Chaldea,
Kemegahan arab.
Di lorong-lorong gelap,
Jiwa-jiwa pencuri yang tegap berjalan,
Muncung-muncung nafsu ular berbisa muncul
Dari celah-celah benteng,
Dan rasa sakit berdengung kematian,
Muntah-munah sepanjang jalan.
Kenangan menyingkap tabir kelupaan
Dari matakku dan nampaklah Sodom yang
Menjijikkan, serta dosa-dosa gomorah.
Ranting-ranting berayun-ayun,
Cintaku,
Dan desirnya bertemu dengan alunan
Anak sungai di lembah.
Syair-syair Sulaiman,
Nada kecapi Daud dan lagu Ishak Al-Mausaili
Terngiang-ngiang di telinga kami.
Jiwa anak-anak yang lapar di
Penginapan menggelupur,
Ibunya mengeluh di atas kamar kesedihan,
Dan kekecewaan telah jatuh dari langit
Mimpi-mimpi kebimbangan melanda
Hati yang lemah.
Aku mendengar rintihan pahitnya.
Semerbak bunga melambai seiring nafas
Pohon-pohon cedar.
Terbawa angin sepoi-sepoi menuju perbukitan,
Harum itiu mengisi jiwa dengan kasihsayang
Dan meniupkan kerinduan untuk terbang
Tapi racun dari rawa-rawa berkelana
Mengepul bersama penyakit.
Seperti panah rahasia yang tajam,
Racun itu telah menembusi perasaan
Dan meracuni udara.
Tanpa kusadari matahari telah
Mengilaukan cahaya pagi,
Cintaku,
Dan jari-jari timur yang lentik menimang
Mata-mata orang yang terlelap.
Cahaya itu memaksa mereka untuk
Membuka daun jendela dan menyelak
Hati dan kemenangan.
Desa-desa,
Yang sedang tertidur dalam damai
Dan tenang di pundak-pundak lembah,
Bangun,
Loceng-loceng berdenting memenuhi angkasa
Sebagai panggilan untuk bermula berdoa.
Dan dari gua-gua,
Gemagema juga berdengung,
Seolah-olah seluruh alam sedang berdoa
Bersama-sama dengan khusuknya.
Anak-anak sapi telah keluar dari kandangnya,
Biribiri dan kambing meninggalkan
Bangsalnya untuk menuai rumput yang
Berembun dan berkilatan cahaya.
Penggembalanya mengikuti dari belakang
Sambil mengamatinya di balik lelalang.
Di belakangnya lagi gadis-gadis bernyanyi
Seperti burung menyambut pagi.
Kini tangan siang hari yang perkasa
Terbaring di atas kota.
Tirai telah di selak dari jendela dan
Pintupun terbuka.
Mata dan penat dan lesu para
Penjahit telah siap di tempat kerjanya.
Mereka merasakan kematian telah melanggar
Batas kehidupan mereka,
Dan riak muka yang layu mempamerkan
Ketakutan dan kekecewaan.
Di jalanan padat dengan jiwa-jiwa yang
Amak dan tergesa-gesa,
Dan di mana-mana terdengar desingan besi,
Pusingan roda dan siulan angin
Kota telah menjadi arena pertempuran di mana
Yang kuat menindas yang lemah dan si kaya
Mengeksploitasi dan menguasai si miskin
Betapa indah hidup ini,
Cintaku,
Seperti hati penyair yang penuh dengan
Cahaya dan kelembutan hati.
Dan betapa kerasnya hidup ini,
Cintaku,
Seperti dada para penjahat yang berdebar-debar
Kerana selalu merasa bimbang dan takut

Menulis

Menulis adalah bagian dari media berekspresi. Seseorang menulis karena ingin menuangkan ide yang telah menumpuk dalam pikirannya. Banyak orang tertarik dalam bidang tulis-menulis salah satunya ingin menjadi seseorang yang dikenal. Terlepas dari hal itu menulis adalah suatu kegiatan positif yang mendayagunakan kata-kata. Seseorang yang tidak dapat menuangkan ide-ide secara lisan dapat mengungkapkannya melalui tulisan.

Menulis adalah kegiatan yang tidak melulu berkhayal, karena jika seseorang telah memilih jalan hidup sebagai seorang penulis maka menulis haruslah menjadi bagian dari dirinya. Ada dua pilihan yang dimiliki penulis yaitu menulis untuk hidup atau hidup untuk menulis. Seseorang yang telah memilih jalan hidup sebagai penulis, segala hal dapat ditulis dalam berbagai sudut pandang. Apapun yang terjadi, bukan hanya melulu untuk berekspresi tapi ia dapat memberikan ilmu kepada banyak orang.

Menulis adalah penuangan ide non verbal. Menulis tidak asal menulis karena dalam menulis semua indera kita bermain turut merasakan bagaimana lezatnya tulisan yang dihasilkan. Menulis dapat dijadikan terapi, entah itu menulis fiksi atau non fiksi. Menulis juga merupakan tindakan pengakkumulasian ilmu pengetahuan.

Seseorang dapat mengembangkan eksistensi diri dengan menulis, karena menulis adalah tindakan komunikasi yang kreatif. Komunikasi melalui teks dengan menggunakan kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat tepat guna, sebagai ajakan juga sebagai wahana rekreasi. Bagaimana sepotong teks ditulis dan dapat mengajak pembaca berimaji. Seseorang dapat dilatih menjadi seorang penulis yang handal lalu memilih jalan hidup sebagai seornag penulis walaupun tidak memiliki bakat. Karena bakat tanpa berlatih adalah percuma. Seseorang menulis nukan karena ingin berekspresi saja, namun telah menjadi pilihan hidup, sandaran hidup dalam menuangkan ide-ide kreatif, pengembangan dan akumulasi ilmu pengetahuan.

Berhasil tidaknya seseorang menulis sangat dipengaruhi lingkungan. Sosialisasi terhadap lingkungan sampai menemukan hal-hal kecil yang unik dapat memperkaya tulisan. Karya tulis dapat semakin berkembang dengan dukungan penulisnya sendiri, maka seorang penulis haruslah memiliki rasa peka terhadap lingkungan.

Lingkungan yang baik dapat membantu seseorang menemukan kepekaan sosial. Tidak hanya peka tapi juga harus mampu mengembangkan sebuah wacana. Pengembangan sebuah wacana tidak dapat terlepas dari teknik penulisan, teknik inipun lambat laun pasti ditemukan. Seorang maasiswa pasti terbiasa dengan kegiatan tulis-menulis. Berawal dari sebuah tugas mata kuliah lalu berkembang menjadi kegiatan yang terus menerus diasah dan akhrnya dapat menajamkan karya yang dihasilkan.

Lingkungan dapat dijadikan media pengapresiasian. Hasil tulisan seseorang dapat dinilai apakah baik atau buruk dari lingkungan pendukungnya. Kegiatan menulis ini akan semakin terasah jika kita mau menerima berbagai kritik dan berusaha membenahi setiap hasil tulisan. Tidak sedikit tantangan yang ditemui saat menulis, berbagai hal yang tidak pernah diduga dapat dijumpai ketika menulis. Pro dan kontra dari lingkungan harus diterima karena sebagai individu penulis tidak dapat lepas dari lingkungan, karena lingkungan merupakan tempat kira berasal.

Setiap orang memiliki jadwal yang berbeda dalam menuangkan ide-ide kreatifnya. Beberapa orang dapat menulis kapan saja, kerika perasaan ingin menulis datang. Ada juga yang menulis dalam waktu-waktu tertentu, misalnya : bangun tidur, siang hari, sore atau malam hari, bahkan menjelang tidur. Waktu yang berbeda-beda ini disesuakian dengan kesibukan masing-masing individu. Namun jika menulis telah menjadi pilihan hidup, sebuah tulisan dapat dilahirkan kapan saja tanpa mengenal waktu.

Menulis tidak sembarang menulis, ada kalanya mengendapan dibutuhkan untuk mematangkan sesuatu tulisan. Pengendapan ini juda memiliki batasan waktu. Misalnya seorang penulis menemukan kejadian menarik yang kemudian ingin dituliskannya, namun ia membutuhkan tenggang waktu untuk menuangkan dalam selembar kertas. Proses pengendapan ini sebenarnya dapat memperlambat seseorang dalam berkreasi, namun proses ini dapat menghasilkan suatu tulisan yang benar-benar berkualitas.

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini semakin mempermudah seseorang untuk melakukan kegiatan tulis-menulis. Dengan fasilitas internet kita dapat dapat langsung menggunakan waktu luang yang ada untuk menulis, misalnya menggunakan blog. Tulisan dapat dihasilkan kapan saja dan dimana saja tidak terikat pada ide, karena setiap langkah yang dilalui seorang penulis haruslah menjadi sumber ide.

Menulis adalah kegiatan yang mengasyikkan, walaupun begitu ada saja hambatan-hambatan yang kita temui. Rasa malas dapat mengganggu kinerja dalam tulis-menulis. Seseorang harus membiasakan diri, jika rasa malas datang dan sukar hilang kita harus dapat menangkis serangan malas.

Waktu merupakan satu hal yang harus diperhatikan jika seseorang hendak menulis. Carilah waktu luang, waktu yang tidak terganggu oleh berbagai kegiatan. Ketika seseorang akan memulai menulis dan kemudian terganggu maka akan membuyarkan konsentrasi. Manajemen waktu diperlukan untuk memberikan kesempatan diri untuk berekspresi.

Hambatan lain jika tulisan relah jadi. Seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dapat menghambat pengembangan setiap tulisan. Percaya diri harus dipupuk agar kita dapat mengetahui sejauh mana tulisan kita memiliki kualitas yang baik. Jika rasa percaya diri telah kuat kita harus dapat menjalankan tradisi tulis-menulis ini secara berkelanjutan. Jika satu tulisan telah kita selesaikan, kita harus terpacu denganwaktu untuk menghasilkan tulisan-tulisan lainnya yang baru. Seseorang yang ridak konsisten dalam dunia tulis-menulis dia akan ketinggalan dan tidak dapat mengembangkan diri lebih jauh. Aturan-aturan dalam media menjadi kendala seseornag untuk menulis karena kebebasan berekspresi seseorang dikekang, tapi ini adalah tantangan bagi seorang penulis.

Roh manusia tidak dibedakan gendernya yang membedakan hanya fisik laki-laki dan perempuan. Laki-laki dari Mars dan perempuan dari Venus adalah sebuah jarak pembeda yang tidak dapat dibenarkan. Hasil karya yang dihasilkan oleh penulis tidak ada hubungannya dengan gender. Hasil karya seseorang hanya dinilai dari kualitas karya yang dihasilkan. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa penulis perempuan lebih dipandang, tetapi tetap saja bahwa tulisan dilihat dari kualitas.

Kualitas tulisan dapat diamati dari keseringan seseorang menulis. Semakin sering berlatih semakin baik hasil tulisannya. Pemuatan karya di suatu media massa menambah motivasi seseorang untuk selalu menulis. Namun pemuatan hasil tulisan di media massa bukanlah jalan akhir seorang penulis. Penulis dapat membuat media sendiri agar tulisannya menjadi konsumsi umum dan dapat dinikmati oleh siapa pun.

Jika bertolak pada media massa maka seorang penulis harus dapat mengikuti pasar dan menulis secara berkesinambungan. Jika hasil tulisan ingin langsung diterbitkan menjadi sebuah buku, penulis harus mengetahui beberapa aturan yang ada dalam penerbitan. Banyak juga media-media alternatif yang hadir. Media alternative ini membebaskan siapa saja yang ingin menulis huna pencapaian kreativitas dan kualitas.

Sumber bacaan atau referensi sangat mempengaruhi hasil tulisan. Buku yang dibaca oleh seorang dapat berpengaruh dalam pengembangan karya. Membaca sesuai kebutuhan menjadikan tulisan lebih bernilai karena memiliki dasar-dasar yang kuat. Dengan membaca seseorang mempunyai wawasan yang lebih luas dan memiliki perspektif lain mengenai dunia yang sedang digeluti.

Membaca adalah awal dari tindakan menulis. Seseorang yang telah banyak melahap buku bacaan sekali waktu ingin menumpahkan kembali gagasan-gagasan yang telah dihimpunnya. Maka tidak salah jika seorang menulis, mengekspresikan apa-apa yang ingin dituliskan melalui fiksi atau non fiksi.

Kegiatan menulis dapat dijadikan sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang kemudian ditularkan pada orang lain dan menjadi sebuah tradisi. Tradisi menulis atau budaya menulis saat ini sedang berkembang di masyarakat luas. Budaya merupakan hasil berfikir setiap individu. Budaya menulis akan selalu ada sampai kapan pun, dan akan tetap bertahan walau suatu saat nanti akan berubah. Budaya menulis telah ada sejak lama dan sejarah dikenang karena dituliskan.

Setiap budaya pasti ada yang melestarikannya, siapa pun itu dan budaya apa pun itu. Perkembangan budaya menulis semakin lama semakin mengingkat, ini dapat diketahui dengan menjamurnya berbagai komunitas yang mengkhususkan diri dalam bidang kepenulisan. Jika kita mendatangi toko buku akan kita temukan begitu banyak buku baru yang ditulis oleh penulis baru pula.

Budaya menulis akan berkembang dan tentu saja perkembangan itu tidak akan terlepas dari media, baik media massa ataupun media elektronik. Perkembangan suatu budaya pasti akan berkaitan dengan budaya lainnya. Budaya menulis akan seiring sejalan dengan budaya membaca. Tapi untuk mengembangkan atau mempertahankan suatu budaya duperlukan kesadaran yang tinggi dari masyarakat pendukungnya. Suatu budaya dapat berkembang dan bertahan dengna dukungan penuh sekelompok orang yang memang berkompetensi di suatu bidang dan ini dapat dipertahankan.

Budaya menulis akan tetap bertahan jika para penulis selalu menghasilkan tulisan yang berkualitas. Penulis tidak harus selalu bengikuti trend ketika menghasilkan suatu tulisan, karena penulis memiliki idealisme sendiri yang dipegang kokoh. Maka budaya menulis akan selalu berkembang selama ada masyarakat pendukungnya dan selama para penulis aktif menghasilkan tulisan.

Bagaimana seseorang mengawali menulis? Maka mudah saja, ia hanya dapat melakukan tiga hal yaitu menulis, menulis, dan menulis. Untuk menambahkan kepekaan dan kualitas dalam bidang tulis-menulis maka seorang hanya dapat menambahkan dua hal lagi yaitu membaca dan membaca. Jiga digabungkan seseorang dapat menulis dengan lima langkah utama dan mudah yaitu : membaca, menulis, menulis, menulis, dan membaca.

Berawal dari niat kecil untuk membudayakan menulis, kita dapat memerhatikan lingkungan sekitar. Banyak hal-hal kecil yang sering kali luput dati perhatian. Berbekal ide dan pengalaman sehari-harikita dapat membudayakan kebiasaan menulis. Melakukan pengamatan hal yang dapat dikembangkan demi kemajuan kualitas tulisan. Menghilangkan rasa malas guna menambah kuantitas hasil tulisan. Banyak berlatih dan mengekspresikan hal-hal yang kita dapat dari tontonan maupun dari pendengaran kita. Saat menulis kita harus benar-benar menggunakan indera kita, jangan sampai salah satu indera mati rasa karena akan mengganggu kesetaraan rasa yang akan kita bangun atau yang telah kita bangun.

Untuk berlatih kita dapat menulis buku harian. Pelatihan seprti ini akan membiasakan kita untuk berdisiplin. Cara lain adalah membiasakan diri berkirim surat. Walaupun teknologi telah menjauhkan kita dari kegiatan surat menyurat dengan berbagai fasilitasnya seperti telephon, sms, e-mail, dll. Kegiatan surat-menyurat dapat melatih bagaimana kalimat-kalimat verbal dengan baik dituliskan.

Pengembangan diri melalui tulisan dapat kita lakukan dengan begabung dengan komunitas sejalan dengan kegiatan kita yaitu komunitas menulis. Di luaran sana banyak yang memiliki kesukaan yang sama dengan kita yaitu menulis. Dengan mengikuti kegiatan tersebut kita dapat berbagi pengalaman dalam bidang kepenulisan juga akan mendapatkan pengalaman baru bahkan mungkin dapat inspirasi untuk tulisan kita selanjutnya.

Menulis adalah semacam katarsis dalam kehidupan, kelegaan emosional didapat dengan mudah setelah menuangkan ide-ide yang menumpuk dalam pikiran. Kebiasaan menulis tidaklah merugikan, malah menghasilkan banyak keuntungan. Untuk memulainya sangat mudah, pikirkan hal menarik. Lalu tulislah!

Renungan Tahun Baru

Adalah sebuah keanehan jika engkau bersukaria menikmati kejatuhan di dalam keberhasilan.

Coba kau renungkan, bahwa didalam kitaran para pengikut dan berbagai pujian, engkau ternyata belum memasuki pintu gerbang kerohanian.

Lihatlah…, amatilah…, camkanlah…, bahwa orang-orang berpesta pora sambil saling singguk untuk mengumpulkan pecahan-pecahan kaca.

Engkau menyukai pujian untuk dirimu? Obatnya, turunlah dari kursimu dan duduklah di atas tanah.

Hindari membeli Neraka begitu murah.

Jangan memastikan pintu Surga telah terbuka untuk menyongsongmu hanya karena orang-orang mengatakan engkau saleh.

Untuk membedakan dirimu dengan orang lain, pertama-tama lihatlah bahwa engkau sama dengan mereka.

Lebah suka mengisap sari bunga untuk dijadikan madu. Kau isaplah kebaikan yang ada pada setiap orang untuk kau jadikan madu dalam penyempurnaan hidup spiritualmu.

Meditasi bukanlah sebuah permainan anak-anak dan juga bukan merupakan hobi sampingan. Sebaliknya meditasi adalah sebuah pencarian sungguh-sungguh akan Sang Jati Diri.

Jangan pikirkan sakitnya cobaan hidup, tetapi renungkanlah akibat indah cobaan hidup tersebut.

Tanpa peta, tanpa "guide", pencarianmu hanya akan menghilangkan dirimu.

Tanyakan dirimu, "Bisakah kau tidak cemberut melihat orang lain tersenyum?"

Tanyakan dirimu, "Bisakah kau cakupkan tangan melihat orang lain berhasil?"

Biarlah Tuhan menjadi Tuhan. Sadarilah bahwa dengan kemampuan terbatas kau tidak bisa menciptakan Tuhan.

Pusatkan perhatian dan tindakanmu pada kepasrahan dan bukan pada dosa atau perbuatan saleh yang kau lakukan.

Sadari selalu: Orang di depanmu belum tentu lebih rendah darimu, siapa pun dia dan bagaimana pun statusnya.

Sadari selalu: Orang di hadapanmu belum tentu lebih baik darimu, siapa pun dia dan bagaimana pun stasusnya.

Apa yang kau raba, belum tentu Kebenaran. Karena kau buta.

Kau puji orang karena ia memuaskan keinginanmu. Kau maki orang karena ia tidak memuaskan keinginanmu.

Kau sebut diri sebagai teman karena kau menerima kasih darinya. Sudahkah kau berikan kasihmu pula?

Sungguh, kau perlu perhiasan karena kau miskin.

Kau antarkan orang tuamu dengan tangis dan gelimangan air mata. Tetapi, kau belum menerimanya sebagai gurumu.

Sungguh dan sungguh, kau buta karena matamu melek.

Ah malangnya dikau, kau cuci hatimu dengan arang.

Begitu bersemangat mengayuh perahu? Kau lupa memutuskan tali pengikat perahumu.

Kau katakan memberi. Kau punya apa?

Cobalah untuk tidak mencari Tuhan di panggung, kau pasti berhasil.

Berhenti menghitung, kau akan dapatkan jumlah.

Mengetahui nafas berarti kau menjadi Tuan bagi hidupmu.

Telinga masuk air? Keluarkanlah dengan air. Tertusuk duri? Keluarkanlah dengan duri. Seperti itu pula, keluarkanlah hidup dengan hidup.

Banyak mendengar, banyak melihat; mengurangi kesempatan untuk engkau merasakan.

Jangan, jangan terbang terlalu tinggi. Jangan, jangan menyelam terlalu dalam. Tinggallah di sini, sebab kau ada di sini.

Yang jauh ada di sini, yang dekat ada nun jauh di sana. Jauh dan dekat hanya persepsi sementara ciptaanmu.

Pada akhirnya engkau harus setuju: yang terbaik untukmu adalah hidup sederhana.

Free Website Hosting